Setelah beberapa tahun didominasi oleh desain minimalis dengan permukaan serba halus, tren desain interior mulai bergeser kembali ke arah tekstur alami. Banyak klien kami belakangan ini meminta sentuhan material yang terasa lebih hangat dan organik.
Tekstur seperti anyaman rotan, batu alam yang tidak dipoles berlebihan, hingga kain linen kasar kembali banyak digunakan. Tren ini sejalan dengan keinginan banyak orang untuk menghadirkan suasana rumah yang lebih menenangkan setelah rutinitas yang serba digital.
Kami melihat tren ini bukan sekadar gaya sesaat, tetapi respons terhadap kebutuhan emosional penghuni ruang terhadap kehangatan dan koneksi dengan alam.